Close

Wish – Effort – Pray – Repeat

“Keberanian adalah sabar sejenak dan Gudang-gudang harapan berada dalam rentetan ujian.”

 

Hidup ini bagaikan siklus yang akan terus berulang-ulang, bukan hanya berjalan di tempat, tapi juga berkembang. 2016 adalah tahun yang akan menjadi memori indah dalam hidup saya. Mengapa? Karena ini adalah momen penting, ya benar sekali. Tahun ini adalah tahun dimana saya harus mengambil keputusan besar dalam hidup saya. Tahun ini adalah tahun migrasi saya dari (m)bulaksumur ke kentingan. Dari individu yang pasif menjadi individu yang aktif. Dari seorang yang biasa saja ditempa menjadi manusia setengah beda. Yeah!

Banyak yang saya alami dan saya rasakan terutama tentang perbedaan selama tinggal di Jogja dan Solo. Solo memang tidak jauh berbeda dengan Jogja, sama-sama memiliki keraton, masyarakatnya juga sama-sama ramah, tapi solo tak seramai jogja. Solo lebih santai, lebih terasa ngeraton, selow, lemah lembut. Dari segi mahasiswa, menurut saya, beberapa mahasiswa Solo (yang saya temui) kurang motivasi dan saling menjatuhkan, berbeda dengan teman-teman saya di Jogja yang saling mendukung dan bersaing dengan cara yang bersih.

Pernah di Jogja, dulu, ketika saya menyampaikan keinginan untuk mengikuti lomba menulis, teman saya meyakinkan bahwa saya bisa dengan berjuta ide yang saya memiliki. Dan hasilnya pun positif, saya berhasil menang dalam lomba itu. Di solo? Saya mengikuti seleksi BEM dan lolos, malah dikasih cacian dan makian. Yang bilang pewawancaranya ngantuk lah, tuli lah, ini itu. Ya, mungkin mereka belum tahu siapa saya sebenarnya. Boom! Anwar Salis Ma’sum, manusia setengah beda. Yeah!!!

Kesan di 2016 ini? Semoga tahun ini menjadi perbaikan diri ke arah yang lebih baik tentunya.

Untuk pesan? Esteh satu mang.

Saya memiliki kata mutiara untuk penutup kali  ini, mengutip dari kitab Ta’limul Muta’alim Fasal III poin keempat tentang sabar dan tabah dalam belajar, bahwa “Keberanian ialah sabar sejenak.”

 Terimakasih dan, sampai jumpa tahun depan.

2 thoughts on “Wish – Effort – Pray – Repeat

  1. Kak mau tanya, kalau mau daftar STIN harus ada hasil tes psikologi waktu SMA yah kak? Kalau misalnya di sekolah gak ada tesnya gimana kak?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *