Close

Bak Cicak yang Merayap di Dinding

Jika memang begitu prosedur tesnya, saya belum siap! SAYA BELUM SIAP!!!

Ahahaha jangan bayangkan pos kali ini akan membahas tentang lagu. Bukan! Sama sekali bukan! Kali ini saya akan berbagi pengalaman yang baru saja saya jalani sore tadi yaitu manjat dinding alias wall climbing. Semua bermula ketika saya mengikuti UKM pecinta alam tingkat fakultas bernama Gopala Valentara (Gova).

Sore itu, sekitar pukul 14.45 saya dapat informasi bahwa UKM Gova akan mengadakan tes fisik pukul 15.00 WIB di Lapangan Volly FH UNS. What?! Yang benar saja?!!! Saya sama sekali tidak mendapatkan kabar itu!!! Saya kemudian bertanya kepada salah satu pendamping, pastinya kating yang sok senior baik hati dan ramah, bernama Indah. Ya, Mbak Indah dengan sabarnya menanggapi rentetan pertanyaan yang saya tanyakan melalui chat via instant messaging mulai dari kapan, dimana, jam berapa, pakaian apa, hingga mengapa saya tidak mendapat kabar itu?

Ah lupakan soal informasi itu, sekarang yang terpenting, bagaimana caranya saya mengikuti tes tersebut sebagai langkah awal dan tolak ukur kemampuan dan ketahanan fisik saya sebelum mengikuti Gova. Memang saat itu saya boleh menyusul karena jam kuliah saya berakhir pukul 15.20. Ya walaupun dosen ngaret sedikit.

Di kelas, fikiran saya sudah campur aduk. Bagaimana nanti, saya tidak bawa celana training dan kaos, tapi saat itu saya pakai kaos polo dan saya memakai celana basket yang saya pakai dengan jeans! Akan tetapi, tes fisik itu berat men! Di bayangan saya, tes fisik itu adalah runtutan dari medical check up, lari, shuttle run, push up, sit up, dan pull up. Jika memang begitu prosedur tesnya, saya belum siap! SAYA BELUM SIAP!!! Sudah lama sekali saya tidak olahraga, tidak mungkin saya harus tes fisik dengan kondisi seperti itu. Otot-otot saya bias kaget dan pegal-pegal nantinya.

Tak terasa kelas berakhir, masih dalam keputusan yang bimbang, saya turun dari lantai tiga ke dasar. Sh*t lupa! Di lantai dua ada basecamp Gova, ingin putar balik tapi sudah terlanjur turun. Akhirnya saat lewat basecamp, saya bertemu teman-teman yang sudah siap untuk tes fisik. “Ikut ga? tes fisik hari ini di lapangan volley” “lapangan volley itu dimana ya?” jawab saya. “pas dibawah, depan ruang 1104 itu, tepat samping parkiran!” jawab salah satu dari mereka. “Ok saya nanti menyusul, mau ganti celana dulu” sambung saya, yang sebenarnya hanya alibi semata.

Owsh*tmen! Saya parkir di sebelah lapangan itu! Semakin sempit celah untuk menghindari tes fisik ini! Saat sampai bawah dan akan menuju parkiran, Mas Bayu, ketua umum Gova, melihat dan tentunya memanggil, mengajak saya untuk join tes fisik! AH Saya ragu-ragu. Saya beralasan hanya mmbawa celana basket! Dia mengizinkan dan berkata, “Santai saja, saya juga pakai celana pendek nih! Nanti cuma medical check up dan lari shuttle run saja kok!”. Yah dengan berat hati akhirnya saya ikut tes fisik ini walaupun dengan fisik yang belum siap.

Beberapa menit kemudian, tes fisik dimulai. Medikal check up, saya hanya diukur tekanan darah dan ditanya-tanya tentang riwayat penyakit, alergi, dll. Kemudian lanjut shuttlerun. Tekniknya unik, jadi kita lari tapi dengan menentukan beat, tiap beat ada levelnya dari 1-21. Saya hanya bisa sampai level 5 saja. Not bad! Bagi pemula yang sudah jarang olahraga

Setelah Tes Fisik selesai, Mas Bayu mengajak saya dan teman-teman untuk mencoba Wall Climbing. What the?!!!! Iya! olahraga yang merayap di dinding bak cicak itu!!! Ah Setelah tenaga terforsir saat lari tadi pasti akan sangat lelah jika ikut wall climbing, tapi apadaya? Rasa penasaran ini jauh lebih besar dari rasa mager itu.

Let’s caw men!! Setelah persiapan selesai, saatnya perkenalan dengan beberapa alat yang dulu pernah saya pakai saat rappelling di PMR dulu, diantaranya ada carmantel, rope, carabiner, hardness, webbing, dll. Saat ditawari siapa yang mau mencoba pertama kali, saya langsung angkat tangan dengan pede-nya! Yep, saya langsung memasang hardness ke tubuh, eh lebih tepatnya bagian pinggang dan paha atas -pffft seperti ayam saja-.

Langsung setelah terpasang, saatnya beraksi! Yeah!!! Percobaan pertama, saya hanya bisa mencapai 4 papan. Lanjut percobaan kedua meningkat, menjadi lima papan, dan saya hamper menyerah!! Dan terakhir di percobaan ketiga, saya hanya bisa mencapai 5 papan. Ahsudahlah, itu sudah lumayan bagi pemula seperti saya!! Tapi saya tak akan menyerah dan akan terus mencoba hingga semua orang bosan mencoba! hahahaha sekian cerita saya malam ini, sampai jumpa di artikel selanjutnya dan… Selamat malam!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *